Tak beda jauh dengan tahun2 lalu, beberapa hari sebelum tahun
baru ini,, ada beberapa ajakan dari teman untuk buat acara atau ikut acara
mereka dimalam tahun baru, dari yang Cuma ngajak nongkrong2 di warong copi samapai
pesta bakar2 sambil bercengkrama, nikmati hangat dan pahitnya copi serta
menghayati harumnya berbatang-batang rokok. Walau mereka tak bosan2nya
mengulang ajakan itu, hinga tulisan ini sempurna ditulis, belum ada satupun kata
sepakat tentang rayuan mereka. Bukan hanya aku termasuk salah satu orang yang tak
sepakat mengenai hal ini, rasanya tak ada faedahnya ikut2tan berhura-hura hanya
untuk merayakan pergantian angka. Sepertinya saya hanya akan berdo’a saja, agar
sejarah kekuasaan di nusantara ini terulang lebih cepat.
Sejarah mencatat, dari banyak kekuasaan di nusantara yang
berganti2, kekuasaan terpendek adalah kesultanan Demak Bintoro selama +
74 tahun, sementara Indonesia dengan demokrasinya, sekarang belum mencapai 66
thun (eh.. bener ndak ya.. wah lupa… ), menjadi tanda tannya serius, apakah
nanti negeri ini mampu melampaui usia Demak Bintoro?. Intinya, ku kira kalian
bisa mencerna sendiri maksud saya. Kalau kita cermati selama kurun 66 thn ini,
sah2 saja bila ada yang berharab sepeti itu bukan..?, andai kita berfikir
barang sejenak tentang 2013 yang akan kita lalui dan kalau kita peduli,
seharusnya agenda2 tak bermutu dalam rangka perayaan hajatan tahunan ini,
terhapus dari kepala kita.
