Selasa, 19 November 2013

Belum Dikasih Judul

Sebuah Cerpen...
(Tulisan tak penting...)


Seorang laki-laki nampak keluar dari rumah kontarakannya, ditatapnya langit, penuh dengan mendung berarak dari barat ketimur. Dengan malas Ia pun meninggalkan rumah yang sudah dikontaraknya dua tahun belakangan, cuaca seperti ini merupakan hal yg menjengkelkan, karena itu merupakan ‘musuh’ baginya.
15 menit kemudian, sampailah dia di sebuah tempat yang menjadi tumpuan bagi pendapatannya. Sekitar delapan lapak berjajar rapi di sana. ada Soto, Somai, Jagung keju, Es Belended, Es Coffee, Mie ayam, Tahu Bumbu Khas jawa timur dan Lotek. Dengan murung Ia menuju salah satu lapak yg berjajar rapi itu, “eee.. anak muda baru bangun ya, jam gini baru datang”, seorang bapak pemilik salah satu lapak menyambutnya, sebuah kalimat yg hampir rutin didengarnya setiap kali Ia mulai aktifitas di tempat itu, si laki2 hanya berusaha tersenyum sambil mempersiapkan dagangannya, sementara para pemilik lapak lain pada sibuk melayani pembeli. Gerimispun mendadak turun.
Semua pemilik lapak semakin sibuk, berusaha sebaik mungkin melayani para pembeli yg mayoritas bersepatu dan bawa buku itu, agar mereka secepat mungkin menikmati pesanannya. Gerimispun berlanjut, Si laki2 semakin oga-ogaan menata daganggannya.
Tiba2 terdengar suara, “pak mau pesan”, tanpa menoleh pd yg punya suara, Si laki2 menjawab “ya.. pesan apa?”,   
Mendangar suara si penjual calon pembeli itu mengubah pangilannya “eh maaf mas, saya kira pak, di sini minumnya apa saja ya mas?”,
Si laki2 tidak terpengaruh, walau ditempat itu amat jarang yg memangilnya dengan pangilan Mas,