Ada yang beda dikampungku
hari ini, nuansa yang tidak biasa itu sudah kucium sajak sore tadi, Saat aku
datang di kampung ini, tempat dimana aku dilahirkan sekitar 29 tahun yang lalu.
Waktu aku memasuki desa, melawati jalan yang kanan kirinya persawahan itu, aku
sudah merasakan aroma yang khas, aroma pohon padi yang sudah mulai menguning.
Waktu menikmati bau itu, ada semacam perasaan datang. Perasaan yang dapat
melupakan sesuatu yang menjemukan, menghilangkan kejengkelan, melenyapkan
ketakutan-ketakutan tentang hidup, munculnya sebuah harapan, atau semacam
itulah… (atau mungkin juga aku melebih-lebihkan, barang kali…). Tapi, yang
jelas aku dapat benar-benar tersenyum sore itu.
Bukan senyum yang
dibuat-buat, seperti seyuman para seles yang menawarkan barang daganggannya, yang
sering mampir ketempat kerjaku, senyuman sok akrap kepada calon konsumen. Juga bukan
senyuman yang simetris, kekiri satu senti dan kekanan satu senti, seperti
senyum yang diajarkan oleh para trainer (yang sudah kondang beneran ataupun trainer yang benar-benar
bajakan), jujur aku tidak sepakat dengan ajaran mudel ini, senyuman sok ganteng/cantik,
sok bahagiya, sok berhasil dan sok imut tentunya (senyuman yang harus dilatih
rutin setiap pagi didepan kaca, agar dapat “menyihir” lawan bicaranya). Karena
seingat saya, aku pernah menemukan senyuman seorang laki-laki berumur 20an yang
tidak simetris, tapi agak condong kearah kiri, namun dengan senyum yang jauh
dari simetris itu, ada keindahan yang tidak terkira terpancar dari wajahnya,
benar-benar senyuman yang hadir dari keluguan dan kelembutan hati, (aku sangat
yakin, senyum itu tidak dilatihnya setiap bangun tidur dipagi hari). Atau juga
bukan semacam senyuman gadis-gadis manis di supermarket-supermarket, di Mol-mol
atau di tempat-tempat semacamnya, benar-benar senyuman yang syarat dengan
pamrih. Sungguh aku merasa “geli” bila melihat senyum yang satu ini. Eh.. maaf,
bukan maksut hati membahas macam-macam senyuman dalam tulisan ini. Tapi ini
sebagai pelengkap saja, ibarat kita sedang makan, ini sebagai kerupuk...