Ternyata
biasa saja, ya.. sangat biasa.. tidak seperti perkiraanku, atau obrolan
teman2ku yang dah mendahuluiku. Ada yang bilang, “wah.. lega rasanya”, atau
banyak yang berkata, “sekarang jadi begitu nyaman, seperempat tujuan hidup
telah tercapai”, ada juga yang berkomentar, “keindahan hidup makin komplit
saja, mengapa kok tidak dari dulu2 saja ya..”, (sebetulnya aku sempet tergoda
juga waktu itu..) bahkan ada yang berceloteh, seperti temenku Indrian koto, waktu
itu ia bilang, (kurang
lebih begini) “ wah.. mon, setelah
semuanya klar siang tadi, rasanya kayak mau melewati malam pertama saja.. yakin
lah kau..”, kala itu aku hanya senyum simpul saja, “emangnya dikau pernah melewati
detik-detik kejadian itu” jawapku dalam hati, aku ragu untuk mengucap kalimat
itu, mengingat dia secara tidak langsung termasuk guruku juga dalam hal
tulis-menulis, karena pemuda yang punya Blog KULI PELABUHAN itu, selalu mencoret-coret
hasil tulisanku untuk diperbaiki bila aku menunjukkan hasil tulisanku pada sarjana
lulusan Syariah UIN ini.
