Jumat, 30 November 2012

Setatus Baru


Ternyata biasa saja, ya.. sangat biasa.. tidak seperti perkiraanku, atau obrolan teman2ku yang dah mendahuluiku. Ada yang bilang, “wah.. lega rasanya”, atau banyak yang berkata, “sekarang jadi begitu nyaman, seperempat tujuan hidup telah tercapai”, ada juga yang berkomentar, “keindahan hidup makin komplit saja, mengapa kok tidak dari dulu2 saja ya..”, (sebetulnya aku sempet tergoda juga waktu itu..) bahkan ada yang berceloteh, seperti temenku Indrian koto, waktu itu ia bilang, (kurang lebih begini) “ wah.. mon, setelah semuanya klar siang tadi, rasanya kayak mau melewati malam pertama saja.. yakin lah kau..”, kala itu aku hanya senyum simpul saja, “emangnya dikau pernah melewati detik-detik kejadian itu” jawapku dalam hati, aku ragu untuk mengucap kalimat itu, mengingat dia secara tidak langsung termasuk guruku juga dalam hal tulis-menulis, karena pemuda yang punya Blog KULI PELABUHAN itu, selalu mencoret-coret hasil tulisanku untuk diperbaiki bila aku menunjukkan hasil tulisanku pada sarjana lulusan Syariah UIN ini. 

Intinya, komentar-komentar itu selalu