Ternyata
biasa saja, ya.. sangat biasa.. tidak seperti perkiraanku, atau obrolan
teman2ku yang dah mendahuluiku. Ada yang bilang, “wah.. lega rasanya”, atau
banyak yang berkata, “sekarang jadi begitu nyaman, seperempat tujuan hidup
telah tercapai”, ada juga yang berkomentar, “keindahan hidup makin komplit
saja, mengapa kok tidak dari dulu2 saja ya..”, (sebetulnya aku sempet tergoda
juga waktu itu..) bahkan ada yang berceloteh, seperti temenku Indrian koto, waktu
itu ia bilang, (kurang
lebih begini) “ wah.. mon, setelah
semuanya klar siang tadi, rasanya kayak mau melewati malam pertama saja.. yakin
lah kau..”, kala itu aku hanya senyum simpul saja, “emangnya dikau pernah melewati
detik-detik kejadian itu” jawapku dalam hati, aku ragu untuk mengucap kalimat
itu, mengingat dia secara tidak langsung termasuk guruku juga dalam hal
tulis-menulis, karena pemuda yang punya Blog KULI PELABUHAN itu, selalu mencoret-coret
hasil tulisanku untuk diperbaiki bila aku menunjukkan hasil tulisanku pada sarjana
lulusan Syariah UIN ini.
Namun
sekarang, posisiku sama dengan para teman2 yang telah mendahuluiku itu (ya… walaupun
secara de yure belum resmi…), tapi benar saudara2, dalam diriku merasakan amat
biasa.. sumpah.. malah enakan setatus yang kemarin, MAHASISWA, bayangkan kawan2
walaupun tidak ngapa2in, tetap tidak disebut pengangguran tapi disebut
Mahasiswa. Sebuah setatus yang teramat gagah bukan?, apa lagi dikampungku, bila
masyarakat mendengar kata ini, persepsi mereka langsung berbicara “calon2
pemimpin bangsa”, persepsi yang tidak salahkan..?. Makanya buat temen2 yang
belum lulus, jangan pernah tergoda dengan kata2 syahdu diatas, (seperti kopralBambang.. habiskan saja jatah semesternya kang…. )
Walaupun
belum resmi ganti setatus, saya sudah begitu resah, kira2 mau ngapain setelah
ini?, apakah seperti rencana awal, mencari pekerjaan yang sesuai dengan jalur
ijasah, atau meneruskan pendidikan ke tingkat selanjutnya?, wah beraaaat…lah,
atau menikah? Wahh! (penginnya sih) mana mungkiiiiin...? (begitulah kira2 hal2
yang memenuhi otak orang yang mau diwisuda). Namun barang kali tidak semua
orang begitu. Macam temanku Eko, yang di Facebooknya pake nama Meko naga itu,
yang sebelum diwisuda sudah punya pekerjaan (kayaknya sih… seperti itu), dan punya
gaya yang begitu khas, tetap cool..l disetiap waktu dan kesempatan, aku tidak
pernah melihat wajah muram pada laki2 yang satu ini, sebetulnya aku ingin tanya
apa resepnya? Tapi sampai sekrang belum kesampain juga.
Begitulah
kiranya kawan2, sekarang tingal kalian ingin cepat2 lulus atau ingin lama2
dikampus.. paling mentok dikampus Cuma 14 semester alias tuju tahun, itu paling
mentok lho.. (hayo apa masih ada yang berani sampai 14 semester??), setelah itu
kita bisa terjun langsung kemasyarakat yang sesunguhnya selamanya. yang pasti
dengan melihat fenomena yang terjadi di alam Indonesia saat ini (manurut saya
sih..) lulus cepat bukanlah sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Ujian
skripsipun cuman begitu2 saja, tidak ada yang menarik sama sekali, apa lagi
meningkatkan kapasitas seorang calon sarjana.. kalau dikampus sekiranya masih
dapat berbuat banyak.. merupakan kerugian yang berlapis2 andai kalian ingin
cepat2 tinggalkan kampus….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar