Jumat, 30 November 2012

Setatus Baru


Ternyata biasa saja, ya.. sangat biasa.. tidak seperti perkiraanku, atau obrolan teman2ku yang dah mendahuluiku. Ada yang bilang, “wah.. lega rasanya”, atau banyak yang berkata, “sekarang jadi begitu nyaman, seperempat tujuan hidup telah tercapai”, ada juga yang berkomentar, “keindahan hidup makin komplit saja, mengapa kok tidak dari dulu2 saja ya..”, (sebetulnya aku sempet tergoda juga waktu itu..) bahkan ada yang berceloteh, seperti temenku Indrian koto, waktu itu ia bilang, (kurang lebih begini) “ wah.. mon, setelah semuanya klar siang tadi, rasanya kayak mau melewati malam pertama saja.. yakin lah kau..”, kala itu aku hanya senyum simpul saja, “emangnya dikau pernah melewati detik-detik kejadian itu” jawapku dalam hati, aku ragu untuk mengucap kalimat itu, mengingat dia secara tidak langsung termasuk guruku juga dalam hal tulis-menulis, karena pemuda yang punya Blog KULI PELABUHAN itu, selalu mencoret-coret hasil tulisanku untuk diperbaiki bila aku menunjukkan hasil tulisanku pada sarjana lulusan Syariah UIN ini. 

Intinya, komentar-komentar itu selalu
berdering di telingaku dan mengodaku untuk segera mengikuti jejak mereka. Tapi, dering itu mirip suara alarm dipesawat ponselku yang menyadarkanku setiap pukul 02.00, namun aku cepat2 mematikan bising tersebut lantas tertidur kembali. Suara itu akan menyadarkanku kembali pukul 04.30 dan tidak jarang (sangat sering sekali) kejadian pukul 02.00 terulang kembali, amat jarang (jarang sekali) pada waktu ini aku langsung bangun segera mempersiapkan kuwajiban pertama setelah bangun tidur. Ya.. begitulah kira-kira saat2 hidupku diwaktu fajar menjela.
Namun sekarang, posisiku sama dengan para teman2 yang telah mendahuluiku itu (ya… walaupun secara de yure belum resmi…), tapi benar saudara2, dalam diriku merasakan amat biasa.. sumpah.. malah enakan setatus yang kemarin, MAHASISWA, bayangkan kawan2 walaupun tidak ngapa2in, tetap tidak disebut pengangguran tapi disebut Mahasiswa. Sebuah setatus yang teramat gagah bukan?, apa lagi dikampungku, bila masyarakat mendengar kata ini, persepsi mereka langsung berbicara “calon2 pemimpin bangsa”, persepsi yang tidak salahkan..?. Makanya buat temen2 yang belum lulus, jangan pernah tergoda dengan kata2 syahdu diatas, (seperti kopralBambang.. habiskan saja jatah semesternya kang…. )
Walaupun belum resmi ganti setatus, saya sudah begitu resah, kira2 mau ngapain setelah ini?, apakah seperti rencana awal, mencari pekerjaan yang sesuai dengan jalur ijasah, atau meneruskan pendidikan ke tingkat selanjutnya?, wah beraaaat…lah, atau menikah? Wahh! (penginnya sih) mana mungkiiiiin...? (begitulah kira2 hal2 yang memenuhi otak orang yang mau diwisuda). Namun barang kali tidak semua orang begitu. Macam temanku Eko, yang di Facebooknya pake nama Meko naga itu, yang sebelum diwisuda sudah punya pekerjaan (kayaknya sih… seperti itu), dan punya gaya yang begitu khas, tetap cool..l  disetiap waktu dan kesempatan, aku tidak pernah melihat wajah muram pada laki2 yang satu ini, sebetulnya aku ingin tanya apa resepnya? Tapi sampai sekrang belum kesampain juga.
Begitulah kiranya kawan2, sekarang tingal kalian ingin cepat2 lulus atau ingin lama2 dikampus.. paling mentok dikampus Cuma 14 semester alias tuju tahun, itu paling mentok lho.. (hayo apa masih ada yang berani sampai 14 semester??), setelah itu kita bisa terjun langsung kemasyarakat yang sesunguhnya selamanya. yang pasti dengan melihat fenomena yang terjadi di alam Indonesia saat ini (manurut saya sih..) lulus cepat bukanlah sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Ujian skripsipun cuman begitu2 saja, tidak ada yang menarik sama sekali, apa lagi meningkatkan kapasitas seorang calon sarjana.. kalau dikampus sekiranya masih dapat berbuat banyak.. merupakan kerugian yang berlapis2 andai kalian ingin cepat2 tinggalkan kampus….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar