Minggu, 07 Juli 2013

Kangen



Berada dipuncak tertinggi, di antara bentangan bukit-bukit hijau, tebing-tebing menjulang, batu-batu besar yang angker dan merasakan lembutnya belaian kabut yang terhempas”

Ah.. rasanya ada sesuatu yang masuk ke dada dan menetralkan segala racun hidup dalam tubuh. selepas itu, aku benar2 bisa memahami betapa kecilnya manusia sekaligus merasakan betapa tak bergunanya laki-laki macam diriku. Itulah alasan mengapa saya dulu kecanduan melakukan pendakian.
Alasan ini tentunya tidak seragam dengan temen2 lain yang juga suka naik gunung. Ada teman yang demen naik gunung hanya karena merasa nyaman setelah bangun bagi diatas gunung, ada juga yang suka naik gunung karena makan apa saja diatas gunung itu nikmatnya ndak ketulungan, termasuk menikmati copi dikedinginan dibawah rata-rata sambil meresapi adiluhungnya karya tuhan (seperti teman saya Dias Eka Saputra), ada juga yg hobi mendaki hanya gara2 tenang dan damai berada di antara rimba bunga abadi.
Ah.. bunga abadi, saya sebetulnya tidak tergoda dengan bunga macam begini, walau akhirnya diam-diam mengaguminya.