Senin, 09 September 2013

' Waktu Minggu Masih Pagi '


“… walau kukatakan dengan berteriak..
Ataupun hanya kusimpan dalam hati…
Tetap kupangil engkau cinta”. **

          Seperti biasa, setelah khuwajiban itu kujalankan, mata tetap saja mengajak untuk kembli ke atas tikar yang aku lupa kapan terakir aku menucucinya. Ya.. untuk apa lagi kalau tidak terlelap kembali, dalam hati selalu berujar, “tentang kawan, tenang, hari-hari akan seperti kemarin tidak ada bedanya”. Orang2 akan terus berjalan, berdesakan bagai tikus2 di jalan yg licin, berdesakan bertanya pada sebuah kebenaran yg membosankan, pagaimana berkorban untuk mengubah nasib yg tidak berpihak?, ah begitu menjengkelkan.