….
akan ku tunggu mbak, jangankan cuma sebentar, sampai pagipun akan ku tunggu ….
Beberapa
hari kemarin aku merasa rindu, sebuah hal yang sulit di terima oleh nalar, apa
lagi oleh kata2. Dulu, mula-mula begitu menggangu, bahkan amat menjengkelkan,
aku hampir putus asa dengan si Dia. Keputusan telah ku ambil, ya.. talak
tiga,.. sunguh. Tapi entah mengapa dulu keputusan itu ku urungkan, bisa jadi
aku merasa kasihan, kalau dia jauh dariku, lantas siapa juga yang mau merawatnya?.
Bagai mana aku tdk
jengkel, demi merawatnya aku banyak kehilangan lembar rupiyah, bahkan uang
makanku juga sering lenyab gara2 si dia. Tidak berhenti disitu, sering waktu
mengantarku kesebuah agenda penting, yang diacara itu mentaruhkan masadepanku,
di tengah jalan si dia berhenti mendadak tanpa alasan yang jelas, dan tak mau
jalan lagi, padahal beberapa hari sebelumnya si dia menguras kantongku (yg
memang tidak banyak isinya) di sebuah jasa sepesialis yang menjadi lenggananku
(mungkin si-sepesialis juga bosan dengan si dia, itu jelas saya tangkap dari
raut mukanya disetiap aku datang). Gara2 kejadian ini, gambaran tentang
masadepanku sementara terbang bak bidadari meningalkan tempat pemandian di bumi.