Kamis, 05 Maret 2015

BILA SANG GURU PERGI


buat Guru Kami: Agus NurYatno

                  
                      … “bagaimana..!? Sudah siap menerima sesuatu yg besar”…



“Kok botaknya semakin ke belakang pak!”, yang dikatain botak tersenyum manis, “inilah salah satu tanda keseriusan” ucapnya sambil mengelus pundak lawan bicaranya, Yang ngatain botak cengar-cengir  salah tingkah, “ngapunten pak Cuma bercanda”. “heemm.. aku suka mahasiswa sepertimu, dirimu jujur sekali. Oya... apa kamu serius dengan cita-citamu yg kamu sbutkan kmarin ?”, “tentu pak!, itu cita-citaku sebelum aku hadir ke Dunia”, “cakep…, perjuangkn dngn kedikdayaanmu anak muda, aku yakin kamu akan dapat merengkuhnya”.

Itulah sepengal kisah bersama Guru kami pak Agus Nuryatno, dengan sahabat kami asal Rembang sebelum perkuliahan dimulai. Teman kami tsb Qabib namanya, dia memang kadang celelekan, tpi mempunyai keinginan yg tidk sembarangan, ingin jadi kepala Desa, pak aguslah yg mendukung pertama kali.