Masih seperti pagi yang biasanya, orang2
selalu hilir-mudik di jalan-jalan, dengan berbagai jenis kendaraan yang mereka
kendarai. Bila aku memperhatikan hal ini, selalu mengingatkanku pada ibuk-ibuk
dan bapak-bapak di Kampungku yang keluar rumah setiap pagi selepas anak-anak
kebanggaan mereka berangkat ke Sekolah. Nyaris dapat dipastikan mereka bergi
jam 7.30. dan aku tahu tujuan meraka, ya.., merawat tanamannya di Ladang. Tapi
di Jalan-jalan ini, aku tak tahu kemana tujuan orang-orang itu pergi. Kerja,
kuliah, atau mumgkin ketempat lain?, ah…
tak taulah aku. Yang pasti dapat kurasakan jalan-jalan kota peningalan
Ki Ageng Pemanahan (tanah Mataram) ini, semakin padat saja.
Hal ini juga
mengingatkanku pada masa-masa sekitar 10 tahun yang lalu, waktu aku ikut-ikutan
kesem-sem seperti pemuda-pemudi
seangkatanku yang memilih hijerah ke Ibu kota, ya.. kemana lagi kalau bukan Jakarta.
Kalau di kota itu, tidak cuma pagi hari, namun tidak kenal waktu, selalu saja
orang-orang hiruk-pikuk dijalan-jalan, di gang-gang maupun ditrotowar2, mereka
tak bosan-bosannya pada ribut mengejar tarnsportasi umum. Kala itu aku jadi heran,
sejak dari TK sampai Sekolah tingkat atas, aku selalu diberi tahu oleh Guruku, bahwa
Nusantara ini kaya-raya, gemah ripah loh
jinawi, dengan dua musimnya dan berada diteretorial yang istimewa,
dilintasan garis Katulistiwa. Benar saja.., hal ini menyihirku untuk bangga
dengan negeri ini. Tapi mengapa, para pemuda-pemudinya lulusan SMU/Sarjana selalu
berdesak-desakkan kepencut ingin
mengadu untung di Jakarta. Berarti, apakah yang kaya itu cuama daerah Ibu kota
saja..? (wah.. kok jadi serius begini ya.. tulisanku,,?)
Baji’igur…!!
kayaknya
aku dibohongi oleh guru-guruku… waktu di TK samar2 aku ingit wajib bisa
menyayikan lagu ‘Tanah Air Beta’, di SD aku ingat guru geografi dan biologiku
berapi2 memberikan materi tentang keadaan alam negeri ini, mengambarkan
beribu-ribu sepesies flora-fauna, di SMP dan SMA, seakan tidak bosan-bosannya,
guruku dgn penuh semangat menerangkan kelebihan, keungulan dan potensi-potensi
SDA/SDM Negara pancasila ini. (bila menyebut pancasila, aku jadi ingat
pertanyaan tidak sengaja dari salah satu temanku, yang sampai sekarang aku
belum bisa menjawabnya. Waktu itu Temanku tsb secara tiba2 bertanya padaku, “eh
dull..! burung garoda/simbul
pancasila itu jantan atau betina sih…?”. Pertanyaan sok kritis, batinku saat
itu) tapi waktu itu guruku tidak pernah bilang padaku bahwa negeri kepulauan
kita ini, juga membunyai berterilyun-terilyun hutang, banyak rakyatnya yg
kekurangan makanan/gizi dll… wah bener2 ndak jelas guru2ku dulu, ternyata tidak
kompelit memberikan materi2 pelajaran kepada siswa-siswinya.
Lha
kok malah ngelantur, ni tulisan,.. wahduh..parah.. aku jadi lupa, ni tadi
sebenarnya mau menulis apa..? Sori..sori2…..
Miliran, Yogyakarta,
3/06/2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar