Sabtu, 04 Agustus 2012

Belum tak kasih judul




Masih seperti pagi yang biasanya, orang2 selalu hilir-mudik di jalan-jalan, dengan berbagai jenis kendaraan yang mereka kendarai. Bila aku memperhatikan hal ini, selalu mengingatkanku pada ibuk-ibuk dan bapak-bapak di Kampungku yang keluar rumah setiap pagi selepas anak-anak kebanggaan mereka berangkat ke Sekolah. Nyaris dapat dipastikan mereka bergi jam 7.30. dan aku tahu tujuan meraka, ya.., merawat tanamannya di Ladang. Tapi di Jalan-jalan ini, aku tak tahu kemana tujuan orang-orang itu pergi. Kerja, kuliah, atau mumgkin ketempat lain?, ah…  tak taulah aku. Yang pasti dapat kurasakan jalan-jalan kota peningalan Ki Ageng Pemanahan (tanah Mataram) ini, semakin padat saja.
Hal ini juga mengingatkanku pada masa-masa sekitar 10 tahun yang lalu, waktu aku ikut-ikutan kesem-sem seperti pemuda-pemudi seangkatanku yang memilih hijerah ke Ibu kota, ya.. kemana lagi kalau bukan Jakarta. Kalau di kota itu, tidak cuma pagi hari, namun tidak kenal waktu, selalu saja orang-orang hiruk-pikuk dijalan-jalan, di gang-gang maupun ditrotowar2, mereka tak bosan-bosannya pada ribut mengejar tarnsportasi umum. Kala itu aku jadi heran, sejak dari TK sampai Sekolah tingkat atas, aku selalu diberi tahu oleh Guruku, bahwa Nusantara ini kaya-raya, gemah ripah loh jinawi, dengan dua musimnya dan berada diteretorial yang istimewa, dilintasan garis Katulistiwa. Benar saja.., hal ini menyihirku untuk bangga dengan negeri ini. Tapi mengapa, para pemuda-pemudinya lulusan SMU/Sarjana selalu berdesak-desakkan kepencut ingin mengadu untung di Jakarta. Berarti, apakah yang kaya itu cuama daerah Ibu kota saja..? (wah.. kok jadi serius begini ya.. tulisanku,,?)
Baji’igur…!! kayaknya aku dibohongi oleh guru-guruku… waktu di TK samar2 aku ingit wajib bisa menyayikan lagu ‘Tanah Air Beta’, di SD aku ingat guru geografi dan biologiku berapi2 memberikan materi tentang keadaan alam negeri ini, mengambarkan beribu-ribu sepesies flora-fauna, di SMP dan SMA, seakan tidak bosan-bosannya, guruku dgn penuh semangat menerangkan kelebihan, keungulan dan potensi-potensi SDA/SDM Negara pancasila ini. (bila menyebut pancasila, aku jadi ingat pertanyaan tidak sengaja dari salah satu temanku, yang sampai sekarang aku belum bisa menjawabnya. Waktu itu Temanku tsb secara tiba2 bertanya padaku, “eh dull..! burung garoda/simbul pancasila itu jantan atau betina sih…?”. Pertanyaan sok kritis, batinku saat itu) tapi waktu itu guruku tidak pernah bilang padaku bahwa negeri kepulauan kita ini, juga membunyai berterilyun-terilyun hutang, banyak rakyatnya yg kekurangan makanan/gizi dll… wah bener2 ndak jelas guru2ku dulu, ternyata tidak kompelit memberikan materi2 pelajaran kepada siswa-siswinya.
Lha kok malah ngelantur, ni tulisan,..  wahduh..parah.. aku jadi lupa, ni tadi
      sebenarnya mau menulis apa..? Sori..sori2…..
                                                                                            Miliran, Yogyakarta,
                                                                                                    3/06/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar