Selasa, 29 Januari 2013

Tentang “Badut”


Buat juru kunci Menoreh (kulon Progo)
dan buat badu2 yg lain..
           Ini sebetulnya menindak lanjuti komentarnya-pen, tentang dua hal. Pertama, tentang sebuah kebahagiyaan yg belum jelas dalam tulisan di Blog ini sebelumnya. Kedua, tentang asal-muasal atau apa sesungguhnya makna dibalik kata “Bang badut” yg sampai kini, sebetulnya blm terurai sekaligus difahami pada kelayak, bahkan pd orang yg sekarang sudah mengaku (atau tepatnya mengangkat secara sepihak) sebagai badut sekalipun. (ini serius jangan angap bercanda),,
            Untuk masalah pertama, saya hanya bisa katakan, secara tidak langsung itu disengaja, takutnya ada yg tidak terima/salah penafsiran, sehinga dapat menjadi pemantik “perang dunia ke 3”, tidak bisa dibayangkan klo itu terjadi, jangan2 mengabdian kita selama bertahun2 akan jadi sia2. Seharusnya bagi para Badut, tentunya peka dan dapat mengartikan sendiri “kebahagiyaan” dalam tulisa tersebut, dengan maklumat2 sebelumnya yg telah ia terima. (tpi klo tetap tidak faham juga… saya kira harus dicopot dari kebadutannya.. eh.. klo ini sedikit bercanda..)

            Namun yg dapat ditekankan disini, saya sepakat dengan kata2 yg entah datang dari mana, “keinginan adalah sumber penderitaan”, keinginan apapun itu tanpa TERKECUALI (termasuk keinginan yang “itu” bang nega). Bagi para badut yg sesunguhnya, “Penderitaan” itulah, yg seharusnya menjadi madu retnonya sebuah kebahagiyaan. Yg dengan penderitaan itu dapat menjadikan Ia tersenyum bahkan tertawa, dapat menepuk dadanya, ataupun dapat melipat-gandakan nyawanya… mungkin cukup disini saja jawaban yg pertama, klo dilanjutkan saya takut kalian akan pelan2 meningalkan saya…

            Tentang pertanyaan kedua, sebetulnya ada sedikit kesamaan dg jwaban pertama, kalau jeli maka akan dengan sendirinya menemukan rahasia besar itu. Untuk saat ini, saya masih ragu mendetailkan jawaban pertanyaan tersebut, sebab wahai sahabat2 terbaikku, saya pikir sendikat ini belum bgitu siap mendengarnya. Karena kalau dipikir2, para grobolan badut ini masih lima tingkat dibawah “sendikat”ku dulu. Bayangkan saja, dulu kami rutin dan terjadwal mengelar pertemuan2 rahasia untuk merencanakan suatu hal, dari yang kecil hingga rencana besar, seperti berburu ular/tikus yg menggangu petani, merusak tanaman tebu (karena pemiliknya peelitnya minta ampun…) atau rencana besar yg mengegerkan sekaligus membuat panik seluruh penduduk desa, sebuah siasat gila untuk menumbangkan Pohon Randualas.. dan jangan tanyakan lagi rasa sosial/kebersamaan diantara mereka.
            Sementara sendikat badut satu ini, saya fahami masih sibuk degan dirinya masing2 blum bisa bgi waktu dsb. Yg lain sibuk membahas, Golput, Pilkada, pemilu 2014, Banjir ibu kota, Demokrasi, Pancasila, anak jalanan, ketidak adilan dan seabrek permasalahan dinegri ini.. lha badut2 ini apa yg menjadi bahan perbincangan/mereka kerjakan..? paling2 Cuma cuap2 dijejaring untuk pencitraan,, terus diaplut kemana2, sebuah kerjaan yg sama sekali tidak bermutu bukan..?. Nah.. itu saja jawaban saya,, lagi2 klo dilanjutkan kalian blum sangup menerimanya dan akan pelan2 meninggalkan saya. Klo bener2 ini terjadi, lantas siapa yg nantinya menjadi “pohon rindang” dan lebat buahnya itu (ini istilahnya kopral bambang).
Intinya klo dijabarkan sekarang, bgaikan jabang bayi yg terlahir prematur,, akan membahayakan Ibu dan sang jabang bayi. Namun agar kalian tenang wahai sahabat2ku tercinta, saya akan berithu kalian sebuah awalan tentang rahasia “Badut” yg sesunguhnya (ingat..! ini baru sebuah awalan saja). “Hidup seorang Badut hanyalah semacam tukang sapu jalanan (tidak lebih), Ia hanya mengabdi saja, tak pernah mempermasalahkan berapa besar upahnya. Rela untuk tidak memikirkan dirinya apa lagi kesukaan pribadinya. Badan Badut hanyalah sebuah rangka, yg memiliki media rasa, pemikiran, mental, dan spiritual. Badut memiliki anak batin, sebuah karya yaitu pengorbanan”.
Bagaimana kawan2, apakah kalian sudah cukup tenang?, dan akan sgera memulai menyusun sebuah siasat. Atau mungkin kalian menunggu masalah2 kalian terselesaikan dulu, baru sebuah pergerakan dimulai..  Ah.. tak mungkin kawan2.. persoalan akan datang silih-berganti menghimpit kalian sampai tanah ini inginkan kita kembali, apa lagi yg saya cermati, masalah kalian bukan hannya yg tampak dipermukaan saja, dibalik itu ada permasalahan yg lebih serius lagi, yg begitu membebani wajah2 tampan kalian (bukanya saya sok tahu lho..), tapi wahai kawan2 tercinta, seharusnya permasalahan itu menjati hal yg dapat menambah kedikdayaan bagi seorang Badut, (gaaayaaa..mu.. bagaimana dg dirimu sendiri?), ah.. bila pertannyaan itu yg kalian munculkan, saya hanya jawab, “sayakan sudah menguasai sebuah Do’anya Bang Badut yg begitu ampuh dan melegenda, macam jurus “kembang wijoyo kusumo” yg dapat menentramkan Hati/akal dan perasaan.” (ndak percaya dg keampuhan “aji-aji” ini?, silahkan tanya pd Kopral. Klo kopral tidak tahu juga, silahkan ditannyakan pada bapaknya Kopral…ngapunten lhe pak..), hal ini bagian dari rahasia Bang Badut yg sesunguhnya, makanya tidak saya utarakan disini, takutnya nanti dikira menggurui.
Sekarang terserah sendikat badut ini, sepak-terjang kalianlah yg nantinya akan menentukan, kapan waktunya mendetailkan bagaimana sesunguhnya rahasia Badut itu.. atau mungin kalian akan mundur teratur satu-persatu karena ndak tahan.. dan Sendikat ini akan lenyab begitu saja tanpa dikenang. Jujur… saya lebih suka itu, dari pada kujawab sakarang lantas sang Ibu beserta jabang bayi pergi untuk selama-lamanya.. lebih teragiskan….?

(kayaknya kok serius sekali ni tulisa, tak pikir2 ini sebuah tulisan terserius yg pernah kubuat, n tulisn ini kutulis sambil memanti sebuah jawaban,, jawaban kalian maksutnya wahai saudara2,,,,,)

Madu retno, 27-01-‘13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar