Buat
juru kunci Menoreh (kulon Progo)
dan buat badu2 yg lain..
Ini sebetulnya
menindak lanjuti komentarnya-pen, tentang dua hal. Pertama, tentang sebuah kebahagiyaan yg belum jelas dalam tulisan
di Blog ini sebelumnya. Kedua,
tentang asal-muasal atau apa sesungguhnya makna dibalik kata “Bang badut” yg
sampai kini, sebetulnya blm terurai sekaligus difahami pada kelayak, bahkan pd
orang yg sekarang sudah mengaku (atau tepatnya mengangkat secara sepihak) sebagai
badut sekalipun. (ini serius jangan angap bercanda),,
Untuk masalah pertama, saya hanya bisa katakan, secara tidak langsung itu
disengaja, takutnya ada yg tidak terima/salah penafsiran, sehinga dapat menjadi
pemantik “perang dunia ke 3”, tidak bisa dibayangkan klo itu terjadi, jangan2
mengabdian kita selama bertahun2 akan jadi sia2. Seharusnya bagi para Badut,
tentunya peka dan dapat mengartikan sendiri “kebahagiyaan” dalam tulisa
tersebut, dengan maklumat2 sebelumnya yg telah ia terima. (tpi klo tetap tidak
faham juga… saya kira harus dicopot dari kebadutannya.. eh.. klo ini sedikit
bercanda..)
Namun yg dapat ditekankan disini,
saya sepakat dengan kata2 yg entah datang dari mana, “keinginan adalah sumber
penderitaan”, keinginan apapun itu tanpa TERKECUALI (termasuk keinginan yang
“itu” bang nega). Bagi para badut yg sesunguhnya, “Penderitaan” itulah, yg
seharusnya menjadi madu retnonya sebuah kebahagiyaan. Yg dengan penderitaan itu
dapat menjadikan Ia tersenyum bahkan tertawa, dapat menepuk dadanya, ataupun
dapat melipat-gandakan nyawanya… mungkin cukup disini saja jawaban yg pertama,
klo dilanjutkan saya takut kalian akan pelan2 meningalkan saya…
Tentang pertanyaan kedua, sebetulnya ada sedikit kesamaan
dg jwaban pertama, kalau jeli maka akan dengan sendirinya menemukan rahasia
besar itu. Untuk saat ini, saya masih ragu mendetailkan jawaban pertanyaan
tersebut, sebab wahai sahabat2 terbaikku, saya pikir sendikat ini belum bgitu
siap mendengarnya. Karena kalau dipikir2, para grobolan badut ini masih lima tingkat dibawah
“sendikat”ku dulu. Bayangkan saja, dulu kami rutin dan terjadwal mengelar
pertemuan2 rahasia untuk merencanakan suatu hal, dari yang kecil hingga rencana
besar, seperti berburu ular/tikus yg menggangu petani, merusak tanaman tebu
(karena pemiliknya peelitnya minta ampun…) atau rencana besar yg mengegerkan
sekaligus membuat panik seluruh penduduk desa, sebuah siasat gila untuk
menumbangkan Pohon Randualas.. dan jangan tanyakan lagi rasa sosial/kebersamaan
diantara mereka.
Sementara sendikat badut satu ini,
saya fahami masih sibuk degan dirinya masing2 blum bisa bgi waktu dsb. Yg lain
sibuk membahas, Golput, Pilkada, pemilu 2014, Banjir ibu kota, Demokrasi, Pancasila, anak jalanan,
ketidak adilan dan seabrek permasalahan dinegri ini.. lha badut2 ini apa yg
menjadi bahan perbincangan/mereka kerjakan..? paling2 Cuma cuap2 dijejaring
untuk pencitraan,, terus diaplut kemana2, sebuah kerjaan yg sama sekali tidak
bermutu bukan..?. Nah.. itu saja jawaban saya,, lagi2 klo dilanjutkan kalian
blum sangup menerimanya dan akan pelan2 meninggalkan saya. Klo bener2 ini
terjadi, lantas siapa yg nantinya menjadi “pohon rindang” dan lebat buahnya itu
(ini istilahnya kopral bambang).
Intinya
klo dijabarkan sekarang, bgaikan jabang bayi yg terlahir prematur,, akan
membahayakan Ibu dan sang jabang bayi. Namun agar kalian tenang wahai
sahabat2ku tercinta, saya akan berithu kalian sebuah awalan tentang rahasia
“Badut” yg sesunguhnya (ingat..! ini baru sebuah awalan saja). “Hidup seorang
Badut hanyalah semacam tukang sapu jalanan (tidak lebih), Ia hanya mengabdi
saja, tak pernah mempermasalahkan berapa besar upahnya. Rela untuk tidak
memikirkan dirinya apa lagi kesukaan pribadinya. Badan Badut hanyalah sebuah
rangka, yg memiliki media rasa, pemikiran, mental, dan spiritual. Badut
memiliki anak batin, sebuah karya yaitu pengorbanan”.
Bagaimana
kawan2, apakah kalian sudah cukup tenang?, dan akan sgera memulai menyusun sebuah
siasat. Atau mungkin kalian menunggu masalah2 kalian terselesaikan dulu, baru
sebuah pergerakan dimulai.. Ah.. tak
mungkin kawan2.. persoalan akan datang silih-berganti menghimpit kalian sampai
tanah ini inginkan kita kembali, apa lagi yg saya cermati, masalah kalian bukan
hannya yg tampak dipermukaan saja, dibalik itu ada permasalahan yg lebih serius
lagi, yg begitu membebani wajah2 tampan kalian (bukanya saya sok tahu lho..),
tapi wahai kawan2 tercinta, seharusnya permasalahan itu menjati hal yg dapat
menambah kedikdayaan bagi seorang Badut, (gaaayaaa..mu.. bagaimana dg dirimu
sendiri?), ah.. bila pertannyaan itu yg kalian munculkan, saya hanya jawab,
“sayakan sudah menguasai sebuah Do’anya Bang Badut yg begitu ampuh dan
melegenda, macam jurus “kembang wijoyo kusumo” yg dapat menentramkan Hati/akal
dan perasaan.” (ndak percaya dg keampuhan “aji-aji” ini?, silahkan tanya pd
Kopral. Klo kopral tidak tahu juga, silahkan ditannyakan pada bapaknya
Kopral…ngapunten lhe pak..), hal ini bagian dari rahasia Bang Badut yg
sesunguhnya, makanya tidak saya utarakan disini, takutnya nanti dikira
menggurui.
Sekarang
terserah sendikat badut ini, sepak-terjang kalianlah yg nantinya akan
menentukan, kapan waktunya mendetailkan bagaimana sesunguhnya rahasia Badut
itu.. atau mungin kalian akan mundur teratur satu-persatu karena ndak tahan..
dan Sendikat ini akan lenyab begitu saja tanpa dikenang. Jujur… saya lebih suka
itu, dari pada kujawab sakarang lantas sang Ibu beserta jabang bayi pergi untuk
selama-lamanya.. lebih teragiskan….?
(kayaknya kok
serius sekali ni tulisa, tak pikir2 ini sebuah tulisan terserius yg pernah
kubuat, n tulisn ini kutulis sambil memanti sebuah jawaban,, jawaban kalian
maksutnya wahai saudara2,,,,,)
Madu
retno, 27-01-‘13

Tidak ada komentar:
Posting Komentar